PAPER KEWIRAUSAHAAN IKA DARWATI NAINGGOLAN (191201116)

                                    Paper Kewirausahaan                                                                                  Medan,  Juni   2020

 

PRODUKSI RUMAHAN TEMPE

Jl.Siliwangi Ujung Kota Doloksanggul, Sumatera Utara

Dosen Penanggungjawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

 

Oleh:

Ika Darwati Nainggolan

191201116

HUT 2C

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun tugas ini dengan tepat waktu. Adapun tulisan yang berjudul “Pemanfaatan Rotan (Calamus Axillaris)” ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen penanggung jawab mata kuliah Kewirausahaan yaitu Dr. Agus Purwoko., S.Hut., M.Si yang telah memberikan dukungan kepada penulis sehingga tulisan ini dapat selesai. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun diharapkan penyempurnaan tugas ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, semoga  ini bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

Medan,  Juni 2020

 

                                                Penulis

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI.......................................................................................................i

KATA PENGANTAR.......................................................................................ii

BAB I  PENDAHULUAN

          1.1 Latar Belakang......................................................................................1

          1.3 Tujuan...................................................................................................1

          1.2 Rumusan Masalah................................................................................2

BAB II PROFIL USAHA

          2.1 Data Wirausaha.....................................................................................3

           

BAB III ISI

3.1 Sejarah, Pencapaian atau prestasi dalam usaha Usaha.........................8

3.2 Pendekatan kreatif dan inovasi menghadapi pandemi Covid-19..........8

BAB III  PENUTUP

3.1 Kesimpulan............................................................................................10

3.2 Saran......................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar belakang

Istilah kewirausahaan, pada dasarnya berasal dari terjemahan  entrepreneur, yang  dalam bahasa Inggris di kenal dengan  between taker  atau  go between. Pada abad  pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang  actor  yang  memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep  Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan  memperkenalkan barang dan jasa yang baru,  dengan menciptakan bentuk organisasi baru  atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya adalah melakukan inovasi atau kombinasi-kombinasi yang baru untuk sebuah inovasi (Hendro ,2011)

‘Entrepreneur as the person who destryos the existing economic order by introducing new products and services, by creating new forms of organization, or by exploiting new raw materials”. Entrepeneur atau wirausaha adalah seseorang yang mampu menciptakan sesuatu yang baru baik barang ataupun jasa dalam suatu organisasi dan mampu mendobrak sistem ekonomi yang ada. Wirausaha (entrepreneur) adalah seseorang yang tangguh melakukan sesuatu(Alma, 2007)

Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa.

Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh masyarakat. Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan dengan tekhnologi pertanian. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman dahulu, tetapi hal ini belum disadari  oleh masyarakat umum. Dengan proses yang sederhana namun dapat menghasilkan produk yang berkualitas gizi cukup baik.

Salah satu industri yang sangat tergantung pada kedelai impor adalah industri tempe, terutama industri tempe di Jakarta yang menggunakan kedelai impor untuk bahan baku atau input utama produksinya. Alasan industri tempe di Jakarta sangat tergantung dan lebih menyukai menggunakan kedelai impor adalah karena harga kedelai impor relatif lebih murah daripada kedelai lokal, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih seragam, butiran-butiran lebih 98 Jurnal Agribisnis Indonesia (Vol 3 No 2, Desember 2015); halaman 97-112 Naelis, dan Novindra Analisis Ekonomi Pengusaha Tempe dalam… besar dan hasil tempe per kilo kedelai (rendemen tempe) lebih tinggi daripada kedelai lokal (Tabor dan Gijsbers, 1987).

 

1.2 Rumusan Masalah

1.      Bagaimana strategi pemasaran dan pencapaian usaha?

  1. Bagaimana teknik,pendekatan kreatif dan inovasi menghadapi Covid-19?

 

1.2 Tujuan

1.      Untuk mengetahui strategi pemasaran dan pencapaian usaha dalam berwira usaha

2.      Untuk teknik,pendekatan kreatif dan inovasi menghadapi Covid-19 agar usaha tetap berjalan

  1.  Sebagai contoh inspirasi dalam memulai suatu usaha baru dan Menjadi gambaran dalam berwirausaha bagi pemula wirausaha
  2. Mengembangkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa
  3. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan

 

 

 

 

 

BAB II

PROFIL USAHA

 

2.1 Data Wirausaha Narasumber

Nama unit usaha ini diberi nama  USAHA TEMPE JAYA. Usaha ini merupakan usaha mebel yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 2012.

Nama Usaha                 : Tempe Jaya

Pemilik                          : Pak Rusdin Sirait

Alamat                          : Jalan Siliwangi Ujung,Kota Doloksanggul,Sumatera  Utara

Nama Pemilik               : Pak Rusdin Sirait

Dalam penyusunan laporan studi kelayakan bisnis ini, penyusun menggunakan empat aspek yang disesuaikan dengan kenyataan dilapangan. Keempat aspek tersebut adalah aspek produk dan proses usaha, aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, dan aspek keuangan berikut penjelasannya

A. Saluran Distribusi

·         Produsen-Konsumen

Konsumen bertransaksi langsung ke tempat pembuatan ( produsen )

·         Konsumen-Produsen

Konsumen memesan produk ke produsen.

 

B.Promosi

·         Offline

Promosi yang dilakukan dalam bentuk offline yaitu Presentasi dan mulut ke   mulut.

1.      Aspek Sumber Daya Manusia

Pembahasan dalam aspek sumber daya manusia ialah menyangkut tentang kebutuhan Tenaga Kerja dari bisnis yang dijalankan yang terdiri atas, Keahlian dan Pengalaman.

1.1  Keahlian yang dibutuhkan, dalam kasus ini yaitu keahlian dalam memproduksi dan memasarkan. Pengalaman di perlukan karena dapat memperlancar kegiatan produksi dan pemasarannya

2.      Aspek Keuangan {cash flow)

1.          Modal

NO

AKUN

Jumlah

1

Pembelian peralatan

Rp 6.000.000

2

Bahan Pembuatan Tempe

(Bahan Bakar, Ragi dan)

Rp 370.000

3

Modal Awal

(tempe sebanyak 30kg)

Rp 300.000

 

Jumlah

Rp 9.670.000

Jadi,modal awal Rp 9.670.000,-

 ANALISIS USAHA

A.       Peluang

Mengenai peluang usaha yang dirintis bapak muhsin ini terlihat bagus karena ini merupakan awal mula berdirinya sektor industri di daerah blongson terutama pada sektor produks bahan pangan, dan juga mengingat pada waktu itu belum ada yang memliki usaha pada bidang ini, mungkin dikarenakan dari mata pencaharian penduduk disana yang mayoritas bekerja sebagai petani dan juga tempe di gemari oleh berbagai lapisan masyarakat dan prospek pasar sangat menunjang.

 

B.       Ancaman

 

Beliau menuturkan pada awalnya beliau tidak merasa memiliki ancaman serius atau problem mungkin hanya berkutat pada harga kedelai yang mengkuti perkembangan pasar, namun pada saat ini semakin banyak usaha- usaha sejenis yang berkembang pesat dan bahkan semakin banyak,bahkan terhitung ada 3 pengusaha tempe yang ada di tempat beliau.

C.       Kekuatan

Soal ini memang beliau cukup pintar dalam membuat tempe, banyak yang bilang kalau kuaitas tempe beliau ini mempunyai tekstur yang padat dan rapat serta enak kalau digoreng, tidak seperti tempe lainya yang terkesan tidak merata dan masih ada kedelai yang besar-besar, selain itu juga keadaan tempe yang masih hangat dan baru masak sehingga cukup membuat pelanggan suka.

 


BAB III

ISI


3.1  Sejarah dan Prestasi atau pencapaian dalam usaha

          Dirintis oleh bapak Rusdin Sirait Pada tahun 2011  dengan modal sekitar Rp.300.000,- per hari dengan produksi tempe 30 kg kacang keledai mengalami usaha yang jatuh bangun hingga pabrik  tempe jaya ini bertahan pada  saat ini (10 tahun) merupakan kebanggan tersendiri bagi bapak Rusdin Sirait meskipun perkembangan  usaha yang tidak terlalu spesifik namun pabrik tempe sampio dapat bertahan dari peristiwa kelangkaan kacang kedelai yang mengakibatkan melonjaknya kenaikan harga kacang kedelai pada tahun 2012- 2018 sehingga banyak pengusaha pabrik  tempe merugi bahkan tutup.

Namun hingga pada saat  ini pabrik tempe jaya tetap berjalan dan dapat memproduksi sekitar 115 kg tempe per harinya bahkan sudah membuka cabang ke kabutpaten  lainnya sebanyak  4 cabang.

 

3.2 Teknik pendekatan kreatif dan inovasi yang dilakukan dalam menghadapi pandemic Covid-19

 

      Teknik pendekatan kreatif yang dilakukan oleh bapak Rusdin Sirait dalam usahanya dengan memiliki prinsip bahwa dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) seorang pelaku usaha harus memiliki :

1. Skill (kemampuan)

Seorang pelaku usaha harus memiliki skill (kemampuan) untuk berwirausaha karena tanpa skill (kemampuan) seorang pelaku usaha tidak akan mungkin bisa berwirausaha dan skill (kemampuan) ini adalah modal utama yang harus dimiliki dalam berwirausaha.

2. Tekad (kemauan)

Apabila seorang pelaku usaha telah mempunyai skill (kemampuan) tapi tanpa ada tekad (kemauan yang kuat) untuk berwirausaha maka skill (kemampuan) berwirausaha itu akan sia-sia karena tidak dapat tersalurkan.

3. Modal

Modal merupakan aspek yang sangat menunjang dalam hal memulai dan menjalankan suatu usaha disamping mempunyai skill dan tekad.

4. Target dan Tujuan

Seorang pelaku usaha apabila ingin menjalankan suatu usaha maka harus bisa menentukan target dan tujuan pemasarannya. Karena apabila target dan tujuan tidak direncanakan maka usaha yang dijalankan tidak mungkin dapat bertahan lama.

5. Tempat

Tempat berwirausaha merupakan aspek yang harus dimiliki karena sangat menunjang dalam hal wirausaha dan bisa menjadikan suatu bahan pertimbangan oleh konsumen mengenai wirausaha yang sedang dijalankan.

            Pandemic virus Covid-19 ternyata  sangat mempengaruhi usaha  tempe bapak Rusdin Sirait dimana  selain semakin berkurangnya pelanggan atau konsumen juga berdampak pada pendapatan yang diperoleh.Sulitnya mendapat kedelai impor  sebagai bahan baku pembuatan tempe memaksa bapak Rusdin Sirait harus mengurangi jumlah produksinya.

            Untuk menghadapi impact  dari virus covid-19 bapak Rusdin Sirait mulai mengurangi ukuran tempe sekitar 10 % dari ukuran biasanya tanpa melakukan perubahan  harga  dan melakukan pengantaran kerumah rumah warga sekitar kota dan desa,apabila konsumen membeli dalam jumlah yang banyak maka akan diberi diskon berupa penambahan beberapa bungkus tempe tentunya sesuai dengan aturan protocol dari pemerintah. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi pemerosotan pendapatan.Namun meskipun begitu  bapak Rusdin Sirait masih mampu mempekerjakan semua karyawannya dengan gaji tetap.

            Selain itu , untuk mendapat penghasilan lebih masa covid-19 bapak Rusdin Sirait bersama istrinya membuka took kue seperti bolu,roti dan cake yang  diantar kerumah warga dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat sekitar doloksanggul. Pandemi virus covid-19  tidak mematahkan semangat bapak Rusdin Sirait dalam berwirausaha.menurutnya masa yang terjadi saat ini bukan hanya berdampak negatif saja namun sekaligus menjadi tantangan dan motivasi dalam mengembangkan kemampuan,kesabaran dan strategi dalam berwirausaha.


BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa. Dalam berwirausaha tidak memandang tua atau  muda tetapi seorang wirausahawan harus memiliki skill atau kemampuan,tekad atau kemauan,tujuan atau target,kejujuran,motivasi ,kerja keras, pantang menyerah, cerdas, rendah hati dan kemampuan management yang baik.

Berdasarkan uraian dari paper ini, dapat disimpulkan bahwa pabrik rumahan atau usaha sendiri sangatlah menunjang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, serta dapat pula menciptakan manusia yang kreatif, cerdas, dan berusaha untuk maju, dan juga dapat memberikan masukan kepada pembaca untuk dapat sekiranya menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Bukan hanya bergantung dari pekerjaan yang disediakan saja, namun dapat berfikir luas untuk berwirausaha dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

 

Saran

            Sebagai mahasiswa kita harus memanfaatkan masa produktif kita  dengan hal yang lebih berguna dan bermanfaat, usia muda bukanlah menjadi alasan seseorang untuk tidak dapat melakukan  suatu kegiatan wirausaha, namun itu tergantung bagaimana diri kita dalam berkomitmen di usia produktif oleh karena itu kenali potensi dalam diri kita dan cobalah kembangkan potensi tersebut agar bermanfaat untuk diri kita sendiri maupun oranglain.


DAFTAR PUSTAKA

Alma, B. (2009). Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum. Bandung : Alfabeta

Hendro. (2011). Dasar-Dasar Kewirausahaan. Jakarta : Erlangga

Meredith, G.G. 1996. Kewirausahaan Teori dan Praktik. Jakarta: Pustaka Binaman

Presindo. Maslow                                 

Tabor SR, Gijsbers G. 1987. Soybean Supply/Demand Prospect for Indonesia dalam Bottema J.W.T dkk (Eds), Soybean Research & Development in Indonesia, CGPRT No. 10. Bogor (ID): The CGPRT CenSri., Sulardi., Muhammad. 2020. Metode Pemasaran On Line Untuk Meningkatkan Penjualan Ekspor Rotan Di Desa Trangsan Gatak Sukoharjo.Jurnal Pengabdian Kepadamasyarakat Vol 1.

Suhardi, T. 2009. Entrepreneurship (Kewirausahaan) Menumbuhkembangkan Usaha Mikro dan Kecil. Bandung : Unpad Press

Suharyadi. 2007. Kewirausahaan Edisi 1: Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta: Salemba Empat.

 

                                    Paper Kewirausahaan                                                                                  Medan,  Juni   2020

 

PRODUKSI RUMAHAN TEMPE

Jl.Siliwangi Ujung Kota Doloksanggul, Sumatera Utara

Dosen Penanggungjawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

 

Oleh:

Ika Darwati Nainggolan

191201116

HUT 2C

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun tugas ini dengan tepat waktu. Adapun tulisan yang berjudul “Pemanfaatan Rotan (Calamus Axillaris)” ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen penanggung jawab mata kuliah Kewirausahaan yaitu Dr. Agus Purwoko., S.Hut., M.Si yang telah memberikan dukungan kepada penulis sehingga tulisan ini dapat selesai. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun diharapkan penyempurnaan tugas ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, semoga  ini bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

Medan,  Juni 2020

 

                                                Penulis

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI.......................................................................................................i

KATA PENGANTAR.......................................................................................ii

BAB I  PENDAHULUAN

          1.1 Latar Belakang......................................................................................1

          1.3 Tujuan...................................................................................................1

          1.2 Rumusan Masalah................................................................................2

BAB II PROFIL USAHA

          2.1 Data Wirausaha.....................................................................................3

           

BAB III ISI

3.1 Sejarah, Pencapaian atau prestasi dalam usaha Usaha.........................8

3.2 Pendekatan kreatif dan inovasi menghadapi pandemi Covid-19..........8

BAB III  PENUTUP

3.1 Kesimpulan............................................................................................10

3.2 Saran......................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar belakang

Istilah kewirausahaan, pada dasarnya berasal dari terjemahan  entrepreneur, yang  dalam bahasa Inggris di kenal dengan  between taker  atau  go between. Pada abad  pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang  actor  yang  memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep  Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan  memperkenalkan barang dan jasa yang baru,  dengan menciptakan bentuk organisasi baru  atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya adalah melakukan inovasi atau kombinasi-kombinasi yang baru untuk sebuah inovasi (Hendro ,2011)

‘Entrepreneur as the person who destryos the existing economic order by introducing new products and services, by creating new forms of organization, or by exploiting new raw materials”. Entrepeneur atau wirausaha adalah seseorang yang mampu menciptakan sesuatu yang baru baik barang ataupun jasa dalam suatu organisasi dan mampu mendobrak sistem ekonomi yang ada. Wirausaha (entrepreneur) adalah seseorang yang tangguh melakukan sesuatu(Alma, 2007)

Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa.

Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh masyarakat. Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan dengan tekhnologi pertanian. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman dahulu, tetapi hal ini belum disadari  oleh masyarakat umum. Dengan proses yang sederhana namun dapat menghasilkan produk yang berkualitas gizi cukup baik.

Salah satu industri yang sangat tergantung pada kedelai impor adalah industri tempe, terutama industri tempe di Jakarta yang menggunakan kedelai impor untuk bahan baku atau input utama produksinya. Alasan industri tempe di Jakarta sangat tergantung dan lebih menyukai menggunakan kedelai impor adalah karena harga kedelai impor relatif lebih murah daripada kedelai lokal, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih seragam, butiran-butiran lebih 98 Jurnal Agribisnis Indonesia (Vol 3 No 2, Desember 2015); halaman 97-112 Naelis, dan Novindra Analisis Ekonomi Pengusaha Tempe dalam… besar dan hasil tempe per kilo kedelai (rendemen tempe) lebih tinggi daripada kedelai lokal (Tabor dan Gijsbers, 1987).

 

1.2 Rumusan Masalah

1.      Bagaimana strategi pemasaran dan pencapaian usaha?

  1. Bagaimana teknik,pendekatan kreatif dan inovasi menghadapi Covid-19?

 

1.2 Tujuan

1.      Untuk mengetahui strategi pemasaran dan pencapaian usaha dalam berwira usaha

2.      Untuk teknik,pendekatan kreatif dan inovasi menghadapi Covid-19 agar usaha tetap berjalan

  1.  Sebagai contoh inspirasi dalam memulai suatu usaha baru dan Menjadi gambaran dalam berwirausaha bagi pemula wirausaha
  2. Mengembangkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa
  3. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan

 

 

 

 

 

BAB II

PROFIL USAHA

 

2.1 Data Wirausaha Narasumber

Nama unit usaha ini diberi nama  USAHA TEMPE JAYA. Usaha ini merupakan usaha mebel yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 2012.

Nama Usaha                 : Tempe Jaya

Pemilik                          : Pak Rusdin Sirait

Alamat                          : Jalan Siliwangi Ujung,Kota Doloksanggul,Sumatera  Utara

Nama Pemilik               : Pak Rusdin Sirait

Dalam penyusunan laporan studi kelayakan bisnis ini, penyusun menggunakan empat aspek yang disesuaikan dengan kenyataan dilapangan. Keempat aspek tersebut adalah aspek produk dan proses usaha, aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, dan aspek keuangan berikut penjelasannya

A. Saluran Distribusi

·         Produsen-Konsumen

Konsumen bertransaksi langsung ke tempat pembuatan ( produsen )

·         Konsumen-Produsen

Konsumen memesan produk ke produsen.

 

B.Promosi

·         Offline

Promosi yang dilakukan dalam bentuk offline yaitu Presentasi dan mulut ke   mulut.

1.      Aspek Sumber Daya Manusia

Pembahasan dalam aspek sumber daya manusia ialah menyangkut tentang kebutuhan Tenaga Kerja dari bisnis yang dijalankan yang terdiri atas, Keahlian dan Pengalaman.

1.1  Keahlian yang dibutuhkan, dalam kasus ini yaitu keahlian dalam memproduksi dan memasarkan. Pengalaman di perlukan karena dapat memperlancar kegiatan produksi dan pemasarannya

2.      Aspek Keuangan {cash flow)

1.          Modal

NO

AKUN

Jumlah

1

Pembelian peralatan

Rp 6.000.000

2

Bahan Pembuatan Tempe

(Bahan Bakar, Ragi dan)

Rp 370.000

3

Modal Awal

(tempe sebanyak 30kg)

Rp 300.000

 

Jumlah

Rp 9.670.000

Jadi,modal awal Rp 9.670.000,-

 ANALISIS USAHA

A.       Peluang

Mengenai peluang usaha yang dirintis bapak muhsin ini terlihat bagus karena ini merupakan awal mula berdirinya sektor industri di daerah blongson terutama pada sektor produks bahan pangan, dan juga mengingat pada waktu itu belum ada yang memliki usaha pada bidang ini, mungkin dikarenakan dari mata pencaharian penduduk disana yang mayoritas bekerja sebagai petani dan juga tempe di gemari oleh berbagai lapisan masyarakat dan prospek pasar sangat menunjang.

 

B.       Ancaman

 

Beliau menuturkan pada awalnya beliau tidak merasa memiliki ancaman serius atau problem mungkin hanya berkutat pada harga kedelai yang mengkuti perkembangan pasar, namun pada saat ini semakin banyak usaha- usaha sejenis yang berkembang pesat dan bahkan semakin banyak,bahkan terhitung ada 3 pengusaha tempe yang ada di tempat beliau.

C.       Kekuatan

Soal ini memang beliau cukup pintar dalam membuat tempe, banyak yang bilang kalau kuaitas tempe beliau ini mempunyai tekstur yang padat dan rapat serta enak kalau digoreng, tidak seperti tempe lainya yang terkesan tidak merata dan masih ada kedelai yang besar-besar, selain itu juga keadaan tempe yang masih hangat dan baru masak sehingga cukup membuat pelanggan suka.

 


BAB III

ISI


3.1  Sejarah dan Prestasi atau pencapaian dalam usaha

          Dirintis oleh bapak Rusdin Sirait Pada tahun 2011  dengan modal sekitar Rp.300.000,- per hari dengan produksi tempe 30 kg kacang keledai mengalami usaha yang jatuh bangun hingga pabrik  tempe jaya ini bertahan pada  saat ini (10 tahun) merupakan kebanggan tersendiri bagi bapak Rusdin Sirait meskipun perkembangan  usaha yang tidak terlalu spesifik namun pabrik tempe sampio dapat bertahan dari peristiwa kelangkaan kacang kedelai yang mengakibatkan melonjaknya kenaikan harga kacang kedelai pada tahun 2012- 2018 sehingga banyak pengusaha pabrik  tempe merugi bahkan tutup.

Namun hingga pada saat  ini pabrik tempe jaya tetap berjalan dan dapat memproduksi sekitar 115 kg tempe per harinya bahkan sudah membuka cabang ke kabutpaten  lainnya sebanyak  4 cabang.

 

3.2 Teknik pendekatan kreatif dan inovasi yang dilakukan dalam menghadapi pandemic Covid-19

 

      Teknik pendekatan kreatif yang dilakukan oleh bapak Rusdin Sirait dalam usahanya dengan memiliki prinsip bahwa dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) seorang pelaku usaha harus memiliki :

1. Skill (kemampuan)

Seorang pelaku usaha harus memiliki skill (kemampuan) untuk berwirausaha karena tanpa skill (kemampuan) seorang pelaku usaha tidak akan mungkin bisa berwirausaha dan skill (kemampuan) ini adalah modal utama yang harus dimiliki dalam berwirausaha.

2. Tekad (kemauan)

Apabila seorang pelaku usaha telah mempunyai skill (kemampuan) tapi tanpa ada tekad (kemauan yang kuat) untuk berwirausaha maka skill (kemampuan) berwirausaha itu akan sia-sia karena tidak dapat tersalurkan.

3. Modal

Modal merupakan aspek yang sangat menunjang dalam hal memulai dan menjalankan suatu usaha disamping mempunyai skill dan tekad.

4. Target dan Tujuan

Seorang pelaku usaha apabila ingin menjalankan suatu usaha maka harus bisa menentukan target dan tujuan pemasarannya. Karena apabila target dan tujuan tidak direncanakan maka usaha yang dijalankan tidak mungkin dapat bertahan lama.

5. Tempat

Tempat berwirausaha merupakan aspek yang harus dimiliki karena sangat menunjang dalam hal wirausaha dan bisa menjadikan suatu bahan pertimbangan oleh konsumen mengenai wirausaha yang sedang dijalankan.

            Pandemic virus Covid-19 ternyata  sangat mempengaruhi usaha  tempe bapak Rusdin Sirait dimana  selain semakin berkurangnya pelanggan atau konsumen juga berdampak pada pendapatan yang diperoleh.Sulitnya mendapat kedelai impor  sebagai bahan baku pembuatan tempe memaksa bapak Rusdin Sirait harus mengurangi jumlah produksinya.

            Untuk menghadapi impact  dari virus covid-19 bapak Rusdin Sirait mulai mengurangi ukuran tempe sekitar 10 % dari ukuran biasanya tanpa melakukan perubahan  harga  dan melakukan pengantaran kerumah rumah warga sekitar kota dan desa,apabila konsumen membeli dalam jumlah yang banyak maka akan diberi diskon berupa penambahan beberapa bungkus tempe tentunya sesuai dengan aturan protocol dari pemerintah. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi pemerosotan pendapatan.Namun meskipun begitu  bapak Rusdin Sirait masih mampu mempekerjakan semua karyawannya dengan gaji tetap.

            Selain itu , untuk mendapat penghasilan lebih masa covid-19 bapak Rusdin Sirait bersama istrinya membuka took kue seperti bolu,roti dan cake yang  diantar kerumah warga dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat sekitar doloksanggul. Pandemi virus covid-19  tidak mematahkan semangat bapak Rusdin Sirait dalam berwirausaha.menurutnya masa yang terjadi saat ini bukan hanya berdampak negatif saja namun sekaligus menjadi tantangan dan motivasi dalam mengembangkan kemampuan,kesabaran dan strategi dalam berwirausaha.


BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa. Dalam berwirausaha tidak memandang tua atau  muda tetapi seorang wirausahawan harus memiliki skill atau kemampuan,tekad atau kemauan,tujuan atau target,kejujuran,motivasi ,kerja keras, pantang menyerah, cerdas, rendah hati dan kemampuan management yang baik.

Berdasarkan uraian dari paper ini, dapat disimpulkan bahwa pabrik rumahan atau usaha sendiri sangatlah menunjang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, serta dapat pula menciptakan manusia yang kreatif, cerdas, dan berusaha untuk maju, dan juga dapat memberikan masukan kepada pembaca untuk dapat sekiranya menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Bukan hanya bergantung dari pekerjaan yang disediakan saja, namun dapat berfikir luas untuk berwirausaha dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

 

Saran

            Sebagai mahasiswa kita harus memanfaatkan masa produktif kita  dengan hal yang lebih berguna dan bermanfaat, usia muda bukanlah menjadi alasan seseorang untuk tidak dapat melakukan  suatu kegiatan wirausaha, namun itu tergantung bagaimana diri kita dalam berkomitmen di usia produktif oleh karena itu kenali potensi dalam diri kita dan cobalah kembangkan potensi tersebut agar bermanfaat untuk diri kita sendiri maupun oranglain.


DAFTAR PUSTAKA

Alma, B. (2009). Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum. Bandung : Alfabeta

Hendro. (2011). Dasar-Dasar Kewirausahaan. Jakarta : Erlangga

Meredith, G.G. 1996. Kewirausahaan Teori dan Praktik. Jakarta: Pustaka Binaman

Presindo. Maslow                                 

Tabor SR, Gijsbers G. 1987. Soybean Supply/Demand Prospect for Indonesia dalam Bottema J.W.T dkk (Eds), Soybean Research & Development in Indonesia, CGPRT No. 10. Bogor (ID): The CGPRT CenSri., Sulardi., Muhammad. 2020. Metode Pemasaran On Line Untuk Meningkatkan Penjualan Ekspor Rotan Di Desa Trangsan Gatak Sukoharjo.Jurnal Pengabdian Kepadamasyarakat Vol 1.

Suhardi, T. 2009. Entrepreneurship (Kewirausahaan) Menumbuhkembangkan Usaha Mikro dan Kecil. Bandung : Unpad Press

Suharyadi. 2007. Kewirausahaan Edisi 1: Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta: Salemba Empat.

 


Komentar

Posting Komentar